Selasa, 16 Agustus 2011

STUDY KATA YHVH

YHVH – YEHOVÂH 



Nama pribadi atau nama absolut


DITULIS (KETIV): יהוה – YHVH – יְהוָֹה - YEHOVÂH

DIBACA (QERE'): 'ADONÂY



* Kejadian 4:1LAI TB, Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolonganTUHAN."KJV, And Adam knew Eve his wife; and she conceived, and bare Cain, and said, I have gotten a man from theLORDBiblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels
וְהָאָדָם יָדַע אֶת־חַוָּה אִשְׁתֹּו וַתַּהַר וַתֵּלֶד אֶת־קַיִן וַתֹּאמֶר קָנִיתִי אִישׁ אֶת־יְהוָה׃ 
Translit, VEHÂ'ÂDÂM YÂDA' 'ET-KHAVÂH 'ISYTÔ VATAHAR VATÊLED 'ET-QAYIN VATO'MER QÂNÎTÎ 'ÎSY 'ET-YEHOVÂH (dibaca 'ADONÂY) 


Empat huruf יהוה – YHVHyôd – hê' – vâv – hê' :

Image -- yôd, transliterasi "Y"

Image -- hê', transliterasi "H"

Image -- vâv, transliterasi "W" atau "V"

Image -- adalah ' lainnya.


יהוה - YHVH dikenal juga dengan tetragrammaton (tetra = empat, gramma = huruf) adalah nama favorit Allah dalam Perjanjian Lama, yang membedakan-Nya dari ilah-ilah lain.


Hebrew consonant only : יהוה 

Hebrew with nikudim (vowel) : יְהוָה 
Penulisan ("QETIV") -- bukan pengucapan ("QERE'") -- יהוה – YHVH menjadi " יְהוָֹה – YEHOVÂH" berasal dari penyisipan vokal 'ADONÂY, Tuhan, di antara keempat tetragrammaton itu sehingga menjadi YAHOVAH atauYAHOWAH, namun karena para rabi Yahudi menganggap bahwa tetragrammaton ini berasal dari kata " היה - HÂYÂH"

(Keluaran 3:14) yang ditulis dalam bentuk Qal Imperfect dan bentuk ini tidak membolehkan adanya vokal a pada suku kata pertama, maka YAHOVAH ditulis menjadi YEHOVÂH, vokal pertama adalah SYEVÂ' : יְהוָֹה 

Baik bentuk asal maupun makna kata יהוה – YHVH
 sudah tidak diketahui lagi. Berikut ini adalah beberapa temuan yang patut dikaji kebenarannya lebih lanjut :
Pertama

nama יהוה – YHVH adalah nama umum selain dari yang dikenal di Israel karena kata itu juga dijumpai di dalam inskripsi kuno yang ditemukan di Babilonia. Banyak nama orang Amon, Arab, dan Mesir yang diduga mengandung kata יהוה – YHVH, sedangkan nama " אלהים - ELOHIM" justru merupakan nama umum Allah di lingkup agama-agama Semitik. Nama " אלהים - ELOHIM" adalah nama Allah Israel yang membedakannya dengan nama ilah lain.

Kedua

kata יהוה – YHVH bukanlah pertama kali dinyatakan kepada Musa, tetapi sudah dikenal jauh sebelumnya. Kata ini juga muncul di kitab Kejadian, dijumpai pada nama orang dan nama tempat, sebelum era Musa.

* Kejadian 4:1LAI TB, Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolonganTUHAN."KJV, And Adam knew Eve his wife; and she conceived, and bare Cain, and said, I have gotten a man from theLORDHebrew, 
וְהָאָדָם יָדַע אֶת־חַוָּה אִשְׁתֹּו וַתַּהַר וַתֵּלֶד אֶת־קַיִן וַתֹּאמֶר קָנִיתִי אִישׁ אֶת־יְהוָה׃ 
Translit, VEHÂ'ÂDÂM YÂDA' 'ET-KHAVÂH 'ISYTÔ VATAHAR VATÊLED 'ET-QAYIN VATO'MER QÂNÎTÎ 'ÎSY 'ET-YEHOVÂH (baca 'ADONÂY) LXX, αδαμ δε εγνω ευαν την γυναικα αυτου και συλλαβουσα ετεκεν τον καιν και ειπεν εκτησαμην ανθρωπον δια του θεουTranslit, adam de egnô euan tên gunaika autou kai sullabousa eteken ton kain eipen ektêsamên anthrôpon dia tou theou


* Kejadian 4:26LAI TB, Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.KJV, And to Seth, to him also there was born a son; and he called his name Enos: then began men to call upon the name of the LORDHebrew, 
וּלְשֵׁת גַּם־הוּא יֻלַּד־בֵּן וַיִּקְרָא אֶת־שְׁמֹו אֱנֹושׁ אָז הוּחַל לִקְרֹא בְּשֵׁם יְהוָה׃ ף 
Translit, ÛLESYÊT GAM-HÛ' YULAD-BÊN VAYIQRÂ' 'ET-SYEMÔ 'ENÔSY 'ÂZ HÛKHAL LIQRO' BESYÊM YEHOVÂHLXX, και τω σηθ εγενετο υιος επωνομασεν δε το ονομα αυτου ενως ουτος ηλπισεν επικαλεισθαι το ονομα κυριου του θεουTranslit, kai tô sêth egeneto huios epônomasen de to anoma autou enôs outos êlpisen epikaleisthai to onoma kuoriou theou


* Keluaran 6:20LAI TB, Dan Amram mengambil Yokhebed, saudara ayahnya, menjadi isterinya, dan perempuan ini melahirkan Harun dan Musa baginya. Umur Amram seratus tiga puluh tujuh tahun.KJV, And Amram took him Jochebed his father's sister to wife; and she bare him Aaron and Moses: and the years of the life of Amram were an hundred and thirty and seven years. Hebrew, 
מֵהָעֹוף לְמִינֵהוּ וּמִן־הַבְּהֵמָה לְמִינָהּ מִכֹּל רֶמֶשׂ הָאֲדָמָה לְמִינֵהוּ שְׁנַיִם מִכֹּל יָבֹאוּ אֵלֶיךָ לְהַחֲיֹות׃
Translit, VAYIQAKH 'AMRÂM 'ET-YÔKHEVED DODÂTÔ LÔ LE'ISYÂH VATÊLED LÔ 'ET-'AHARON VE'ET-MOSYEH ÛSYENÊY KHAYÊY 'AMRÂM SYEVA' USYELOSYÎM UME'AT SYÂNÂHLXX, και ελαβεν αμβραμ την ιωχαβεδ θυγατερα του αδελφου του πατρος αυτου εαυτω εις γυναικα και εγεννησεν αυτω τον τε ααρων και μωυσην και μαριαμ την αδελφην αυτων τα δε ετη της ζωης αμβραμ εκατον τριακοντα δυο ετηTranslit, kai elaben ambram tên iôchabed thugatera tou patros eautô eis gunaika kai egennesen autô ton aarôn kai môusês kai mariam tên adelphên autôn ta de etê tês zoês ambram ekaton triakonta duo etê


Nama ibu Musa, יוכבד – YOKHEBED, adalah bentuk singkat dari kata יהוה – YHVH plus כבד - KÂVAD atauKÂVED, menghormati, memuliakan, sehingga nama ibu Musa itu berarti YHVH adalah kemuliaan.


Ketiga

diperkirakan kata יהוה – YHVH berasal dari kata klasik הוה - KHÂVAHada, menjadi, dalam Alkitab Ibrani ditulis היה - HÂYÂH. Pemakaian kata klasik yang mengganti aksara VÂV dengan YÔD juga muncul dalam bentuk yang mirip yaitu חיה - KHÂYÂHhidup, dari kata חוה - KHAVÂHHawa, ibu manusia pertama.

* Kejadian 3:20LAI TB, Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.KJV, And Adam called his wife's name Eve; because she was the mother of all living.Hebrew, 
וַיִּקְרָא הָאָדָם שֵׁם אִשְׁתֹּו חַוָּה כִּי הִוא הָיְתָה אֵם כָּל־חָי׃
Translit, VAYIQRÂ' HÂ'ÂDÂM SYÊM 'ISYTÔ KHAVÂH KÎ HIV' HÂYTÂH 'ÊM KOL-KHÂYLXX, και εκαλεσεν αδαμ το ονομα της γυναικος αυτου ζωη οτι αυτη μητηρ παντων των ζωντωνTranslit, kai ekalesen adam onoma tês gunaikos autou zôn hoti autê pantôn tôn zôutôn

Keempat

penafsiran dari Keluaran pasal 3 dan 6 menyiratkan bahwa kata יהוה – YHVH adalah bentuk future daristem Qal, bukan future dari stem Hif'il (kausatif). Dengan perkataan lain, nama יהוה – YHVH mengandung makna AKAN ADA, bukan YANG MENYEBABKAN AKAN ADA. 

Suatu teori menarik, bahwa kata יהוה – YHVH adalah kombinasi kata kerja " היה - HÂYÂH" dalam bentuk perfect, present dan future, YHVH adalah YANG SUDAH ADA, YANG ADA, dan YANG AKAN DATANG. Teori ini berdasarkan Wahyu 1:4, 8, 4:8


Kelima

kata יהוה – YHVH adalah "nama favorit" Tuhan Allah untuk membedakannya dari nama-nama generik seperti 'EL, 'ELOHIM, SYADAY, dan sebagainya. Perjanjian Lama mengungkapkan bahwa Tuhan Allah adalah suatu pribadi, dan יהוה – YHVH adalah nama-Nya sebagai suatu pribadi.

Kata יהוה – YHVHyôd - hê' - vâv (atau wâw) - hê'hanya diucapkan satu kali dalam setahun oleh Imam Besar, pada Hari Raya Pendamaian ("YÔM KIPÛR"), di dalam Ruang Maha Kudus, dan di hadapan tutup pendamaian yang terletak di atas tabut perjanjian.

Sejak pembuangan ke Babel sekitar tahun 586 sebelum Masehi yang berlangsung selama 70 tahun, tabut perjanjian itu tidak ada sehingga kata יהוה – YHVH tidak diucapkan lagi sejak saat itu hingga sekarang. Oleh karena itu -- barangkali karena Imam Besar Yahudi tidak mengajarkan cara mengucapkan kepada keturunannya -- tidak ada kalangan Yahudi yang mengetahui cara mengucapkan empat huruf יהוה – YHVH itu dengan tepat.

Kata TUHAN dalam Perjanjian Lama yang diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) berasal dari empat huruf (tetragrammaton) יהוה yaitu YÕD (disalin dengan "Y"), HÊ' (disalin dengan "H"), VÂV atau WÂW (disalin dengan "V" atau "W") dan HÊ' (disalin dengan "H"), ditransliterasi menjadi YHVH atau YHWH.

Bahasa Ibrani terdiri atas 22 konsonan, tidak memiliki vokal. Pengucapan yang ada berdasarkan tradisi lisan secara turun-temurun. Tetragrammaton יהוה – YHVH itu tidak pernah diucapkan selama berabad-abad sehingga tidak ada yang mengetahui pengucapan yang sebenarnya.

Pada saat para ahli Masora mengembangkan tanda-tanda baca (tanda vokal) yang berupa titik dan garis, mereka menghadapi kesulitan untuk membubuhkan tanda baca pada kata יהוה – YHVH. Berhubung tradisi orang Yahudi tatkala menemukan kata יהוה , mereka membacanya dengan 'ADONÂY ("Tuhan") atau HASYEM ("nama itu"), maka para ahli Masora mengambil kebijaksanaan meletakkan tanda vokal 'ADONÂY yaitu a - o - a di antara empat huruf YHVH, sehingga tertulis ("ketiv", bukan dibaca) "YAHOVAH" tetapi tetap dibaca ("qere'") dengan 'ADONÂY.

Penulisan YAHOVÂH ini pada mulanya terdiri atas YÕD (konsonan), KHATAF PATÂKH ("a", vokal setengah suara), HÊ' (konsonan), KHÕLEM KHASÊR ("o", vokal pendek), VÂV (konsonan), QÂMETS QÂTÂN ("a", vokal panjang) dan HÊ'.

Tanda vokal yang pertama yaitu "a" ("khataf patâkh") berubah menjadi syevâ' "e" karena mereka meyakini bahwa kataYHVH berasal dari kata " היה - HÂYÂH", hê' - yõd - hê' yang dalam Keluaran 3:14 ditulis dalam bentuk Qal Imperfect " אהיה אשר אהיה - 'EHYEH 'ASYER 'EHYEH" ("Aku akan ada yang Aku akan ada", LAI "AKU ADALAH AKU"). Konjugasi Qal Imperfect ini tidak membolehkan adanya vokal "a" pada suku kata yang pertama sehingga akhirnya יהוה – YHVH ditulis menjadi " יְהוָֹה – YEHOVÂH ", namun dibaca dengan 'ADONÂY.

Pengucapan "YAHWEH" (?), tetapi pengucapan ini tidak berasal dari bahasa Ibrani melainkan transliterasi YHVH ke dalam bahasa Yunani yaitu IABE yang lama kelamaan berubah menjadi IAVE - YAVE – YAHVEH.

Belakangan juga ada sebagian kalangan Kristen mengucapkan kata itu dengan Yehova, Yehuwa, dan seterusnya, padahal itu hanyalah penyisipan vokal dan bukan pengucapan yang sebenarnya.

Jikalau ada kalangan yang "memaksa", bahwa nama TUHAN tidak boleh diterjemahkan, kalangan yang berbahasa Ibrani sendiri menghindari penyebutan 4 huruf suci יהוה – YHVH, dan tetap "membacanya" dengan "ADONAY"atau "menterjemahkannya" dengan kata dalam bahasa Inggris "LORD" (dalam huruf kapital seluruhnya) atau "GOD"(dalam huruf kapital seluruhnya, untuk kasus-kasus tertentu).

Memang benar יהוה – YHVH adalah "nama Allah", lebih tepatnya "salah satu nama Allah" tetapi jika kita mempelajari suatu bahasa, bukanlah mempelajari arti harfiah bahasa itu saja, tetapi juga harus mempelajari kaidah bahasanya, juga mempelajari anthropologi budayanya. Orang Yahudi mengganggap "saru" jika 4 huruf suci יהוה – YHVH diucapkan "sembarangan". Tidak patut seorang manusia mengucapkan itu "sembarangan". Ini harus kita mengerti YHVH dalam kaidahnya bahasa aslinya.Sementara kita melihat kalangan Kristen yang tidak tahu apa-apa tentang kaidah bahasa Ibrani, melanggar kaidah-kaidah yang berlaku untuk bahasa tsb dan memaksakan semua kata יהוה – YHVH, harus dilafalkan "YAHWEH". Ini tentu saja akan menjadi "syak" bagi kalangan Yahudi sendiri ketika melihat "kelancangan" kalangan Kristen yang mengumbar kata יהוה – YHVH.Kalangan Yahudi sebagian besar belum percaya TUHAN YESUS KRISTUS sebagai TUHAN dan Allah dan Juru Selamat satu-satunya. Jika kita melanggar kaidah-kaidah budaya dan bahasa mereka, ini tidak akan menjadi suatu kesaksian yang baik. Dan jangan lupa, bahwa kalangan YUDAISME tidak pernah menganggap bahwa KEKRISTENAN adalah kontinuitas dari Agama Yahudi. Dan olehnya sampai sekarang kalangan mereka belum dapat menerima Tuhan Yesus Kristus. Kalangan Yahudi/Yudaisme tidak menganggap Tuhan Yesus Kristus sebagai apa-apa (Yebamoth 49b, p.324; Shabbath 104b, p.504; Abodah Zarah 17a, p.85; Sanhedrin 90a, 100b, pp.601-602, 680). Di lain pihak saudara kita kalangan Muslim justru menghormatiNya dengan memberiNya gelar : AL-MASIH (Sang Mesias), ini tentu saja jauh lebih baik dari sebagian besar kalangan Yahudi yang sampai sekarang menolak Yesus adalah Sang Mesias/ KristusKeselamatan manusia tidak didasarkan dari penggunaan "bahasa apa" seseorang itu berbicara, tetapi berdasarkaniman kepada Yesus Kristus. Menggunakan atribut-atribut yahudi dan menggunakan istilah-itilahnya tidak menentukan keselamatan. Sesungguhnya, masih banyak lagi kaidah-kaidah bahasa yang harus dipahami dalam bahasa Ibrani, apa yang patut diucapkan, apa yang tidak patut diucapkan, dan jika melanggarnya, itu mereka kategorikan sebagai " לשון הרע - LASYON HA-RA'". janganlah sampai "kampanye nama YAHWEH" ini akan justru menjadi preseden buruk bagi kalangan Kristiani di mata orang-orang Yahudi yang belum menerima Kristus. Kita harus memberikan kesaksian yang baik. Jikalau kita benar-benar mau belajar bahasa Ibrani dengan sungguh-sungguh, dan memahami kaidah-kaidah bahasanya, kita tentu tidak akan memaksakan bahwa pelafalan "YAHWEH" sebagai pelafalan yang paling sahih. Orang yang ngotot begitu malah biasanya "tidak tahu apa-apa" alias tong kosong nyaring bunyinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar