Kamis, 24 Maret 2011

The best survival

l

Bagaimana bisa bertahan hidup seorang diri dipulau terpecil selama 4 tahun tanpa kehadiran seorangpun?

Tom Hanks dalam film ”Cast Away” yang dibintanginya : menceritakan bagaimana seorang yang bernama Chuck Noland karena kecelakaan pesawat telah terdampar di suatu pulau terpencil selama 4 tahun.hidup tanpa bekerja, tanpa jam, dan tanpa orang. Agar dia dapat tetap ”survive” dan menjaga kebutuhan manusiawi, Chuck Noland membiasakan diri untuk melakukan percakapan dengan benda-benda di sekitarnya. Foto kekasihnya diletakkan di dalam gua tempat dia berbaring agar dia dapat melihatnya setiap saat. Karena di pulau itu dia tidak memiliki seorang sahabat, (kebanyakan ditembak di Monuriki, Fiji) maka dia menciptakan seorang sahabat dari bola volley bekas, dan dia panggil dengan nama ”Wilson”. Chuck Noland( 'insinyur Federal Expressse) lalu bercakap-cakap dan menyapa serta mengungkapkan segala beban perasaannya kepada ”Wilson” sahabatnya. Setelah 4 tahun dia bertahan di pulau itu akhirnya Chuck Noland dapat membuat rakit agar dia dapat keluar dari pulau terpencil itu. Dia letakkan ”Wilson” sahabatnya itu pada sebuah tiang selama dia mengarungi lautan yang sangat luas. Di tengah-tengah kesepian dan pergumulannya di laut, dia tidak merasa sendirian sebab ditemani oleh ”Wilson”. 
ini hanya menggambarkan seorang pria mengikuti insting bertahan hidup, yang mendorong dia untuk berjuang untuk tetap hidup hampir di luar kemauannya. 
Namun pada suatu ketika rakitnya diterjang oleh ombak yang sangat besar. Saat dia berjuang, tiba-tiba ”Wilson” sahabatnya itu terlepas dan hanyut dibawa oleh ombak laut. Ketika dia mengetahui apa yang terjadi, Chuck Noland berusaha untuk menyelamatkan bola volley-nya yaitu ”Wilson”. Tetapi sayang sekali, sahabatnya ”Wilson” itu lenyap di tengah laut. 
Dia berteriak dengan tangisan yang sangat mengharukan: ”Wilson, jangan tinggalkan aku!” Bagi Chuck Noland, sahabatnya yang disebut dengan nama ”Wilson” tersebut telah menyatu secara batiniah dengan dirinya selama 4 tahun di pulau terpencil itu. 
Bersama dengan Tuhan Yesus, kita tidak perlu lagi menciptakan imajinasi sahabat sejati dari apa yg ada disekitar kita. Karena Kristus sudah berjanji: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau".
Bersama Yesus, sampai hari ini bahkan sampai kapanpun Anda dan saya tidak pernah ditinggalkan sendiri lagi.
Amin

Rabu, 23 Maret 2011

Kekecewaan bukan akhir dari segalanya.......

Seorang yg paling berhasil diantara kita, pasti juga pernah mengalami masa kekecewaan, cita-citanya belum terwujud dan harapannya  kandas.
Sesuatu yg kita rencanakan tiba-tiba saja terlepas dari genggaman tangan.
Seseorang yg kita cintai juga bisa saja diambil dari belahan hati kita. Banyak hal yg bakal terjadi dalam hidup ini.
Jika kita tidak pernah belajar bagaimana cara mengatasi kekecewaan maka hidup yg manis ini akan terasa pahit sehingga kehilangan banyak kesempatan untuk berbahagia.


"The widow in the bye street", oleh : John Masefield 
bertutur tentang seorang janda penjahit kain kafan untuk orang mati. Pekerjaan berat dengan penghasilannya sangat sedikit.  Ia harus bekerja seorang diri karena telah ditinggal mati suaminya, untuk seorang anaknya laki-laki ia dapat melupakan semua lelah dan kejenuhan bekerja,  janda itu harus bekerja bagai detak jarum jam yg tak kenal , kerja keras dari pagi sampai jauh malam. 
Dengan menyimpan harapan, suatu hari nanti anaknya akan menjadi laki-laki dewasa yang berhasil dalam masa depannya. Kemudian ia akan menjadi tulang punggung keluarga yg dapat memberi kebahagiaan baru. Keadaannya sangat gelap dengan hari hari yg beralaskan kasur keras, makan seadanya walau matahari masih tetap bersinar. Ia mencoba mengembangkan impian besar supaya sanggup memberikan kekuatan untuk bertahan hidup. Karena besarnya harapan terhadap anaknya bahkan ia rela bekerja lebih keras lagi dan memberikan segala kesempatan untuk anaknya.
Anak itu kini tumbuh dewasa dan tampil menawan, sampai  suatu hari ia jatuh cinta dengan seorang wanita pekerja seks komersial. Iapun juga menaruh harapan mendapat kasih sayang yg murni dari kekasihnya. Namun........betapa terkejutnya bagai disambar petir disiang  hari, ternyata wanita itu juga sedang menjalin asmara dengan seorang laki-laki lain. ah.......hancur..hancur..hancur hatinya, sungguh pedih tak tertahankan. Karena  merasa begitu dalam goresan hatinya, ia tak lagi sanggup menghadapi kenyataan pahit didepan matanya, watak kemanusiaanya serta merta menojol, sehingga ia tega membunuh si pria tersebut..

Polisi menangkap , menjebloskan dalam penjara dan pengadilan menjatuhkan vonis mati, bahkan mati secara tidak terhormat: . Ia dihukum mati dengan cara digantung.,  sangat tragis
Harapan besar itu kini telah tiada, wanita janda yg berpengharapan ini bagai tak mempunyai kaki pengharapan lagi......layu sudah harapan sebelum berkembang.
Janda ini harus kembali lagi menjahit kain kafan, impiannya sudah  luluh lantak. 
Hari harinya kembali menghadapi dinding kesedihan dan kekecewaan yg membosankan.
Kasih yg tak bertepi seorang ibu dengan harapan besar, kembali jatuh dengan kesendirian seolah tak menyisakan harapan lagi......


Apa yg dapat kita katakan tentang kekecewaan yg sangat menghancurkan hati, 
JIka kita terus menerus dipaksa untuk hidup bersama dengan badan yg tidak sehat, hati yg patah, ekonomi berantakan, setiap terbitnya hari-hari baru membawa penderitaan yg lebih seru lagi? 


Apakah kegagalan dan kekecewaan hidup ini merupakan bagaian dari rencana Tuhan???

Saya tidak percaya bahwa kekecewaan adalah kehendak Tuhan, namun saya percaya bahwa didalam belenggu hidup yg paling kejam , sebenarnya masih ada JALAN LAIN yg Tuhan sediakan.
Allah bisa saja MEMBELOKKAN jalan hidup yg sedang kita perjuangkan sekarang ini namun jalan yg Allah sediakan tidak akan pernah JALAN BUNTU!
Allah selalu menyedikan jalan terbuka untuk kita dan bukan jalan kekecewaan!
Mungkin saja  kita telah kehilangan impian, lalu terperosok dalam lembah kekecewaan.


Jika Tuhan tidak bergegas-gegas melepaskan diri dari persoalan, SEKARANGLAH WAKTUNYA mengijinkan Tuhan untuk menggunakan keadaan kita yg sulit tersebut sebagai cara untuk meraih keberhasilan dan kebahagiaan hidup yg jauh lebih besar dari apa yg dapat kita pikirkan dan doakan!

Yes. 42:3Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.

Jangan biarkan kekecewaan menjadi akhir dari segalanya, tetapi teruslah berusaha menjadikan kekecewaan sebagai permulaan dari sesuatu yg baru bersama Allah. Amin amin amin.......


Doa saya untuk semua.....Good Morning all......
nikmati kebersamaan hidup dengan Tuhan sepanjang hari ini


by Haris Subagiyo
Redaktur Gracia Ministry



Tak ada yg mampu menghentikanya

Musuh keberhasilan yg paling nyata seringkali bukanlah hal yg sulit untuk dijangkau namun justru adalah yg paling dekat dengan hidup kita, yaitu diri sendiri. Betapa sering kita memandang rendah kapasitas diri, merasa tidak mampu, tidak berbakat besar, tidak memiliki investasi memadai........sehingga langkah maju kita tertahan karena penilaian yg salah.


Bagaimanakah kita dapat melecut diri sendiri yg walaupun memang dalam kondisi lemah dan serba terbatas namun tidak tertahankan oleh keadaan justru terus mencari cara berani menatap masa depan dengan penuh harapan?

Beberapa tahun lalu di Elkhart, Kansas, dua orang kakak beradik bekerja di sekolah.  Pagi-pagi sekali tugas mereka adalah menyalakan api dalam tungku perapian dalam kelas supaya kelas tetap hangat selama proses belajar.



Di suatu pagi yang sangat dingin, kakak beradik itu membersihkan perapian dan mengisinya dengan kayu bakar.  Mereka mengambil jerigen yang biasa diisi minyak tanah sementara salah seorang menyiramkannya ke kayu dan menyalakan api.
Tiba-tiba......booom, ledakan keras mengguncang gedung sekolah tua.  Api langsung menewaskan si kakak dan membakar tubuh si adik.  Selidik punya selidik, ternyata jerigen itu secara tidak sengaja terisi bensin.


Dokter yang merawat si anak yang terluka bakar menyarankan untuk mengamputasi kakinya.  Orangtua anak itu sangat terpukul karena sudah kehilangan satu anak dan masih akan kehilangan kaki dari anak yang lain.  Namun mereka tidak kehilangan iman.  Mereka meminta dokter untuk menunda amputasi.  Dokter setuju.  Setiap hari mereka minta penundaan pada dokter, sambil berdoa agar kaki anak mereka bisa sembuh.


Selama dua bulan, kedua orangtua dan dokter berdebat tentang amputasi itu.  Mereka menggunakan waktu untuk menanamkan kepercayaan pada si anak bahwa suatu hari ia akan bisa berjalan lagi.  

Akhirnya diputuskan untuk membatalkan amputasi.  Pembalut pada kaki sang anak mulai dibuka, terlihat kaki kanannya hampir 8 cm lebih pendek dibanding kaki kirinya. Tak ada mujizat Tuhan yg memulihkan kakinya kembali sempurna. Jari kaki kirinya hampir semuanya terbakar.  Tetapi anak itu bertekad kuat.  Meski sakit, ia memaksa dirinya berlatih setiap hari.

Ibunya bercerita betapa sering ia menyingkapkan tirai dan memandang ke luar menatap harapan, ia meraihkan tangan ke atas untuk menggenggam gagang sebuah alat pembajak tanah yang sudah tidak dipakai lagi. Dipekarangan, dengan kedua tangannya menggenggam gagang bajak, ia mulai melatih kakinya yang cacat. Dan dengan setiap langkah yang menyakitkan, semakin dekat pula dia ke tujuan yang ingin dicapainya.

Akhirnya, ia berhasil berjalan beberapa langkah.  Ia terus berlatih berjalan sampai akhirnya ia membuang kruknya dari bekas lengan bajak sawah itu.  Sekarang ia bisa berjalan normal.  Tak lama kemudian ia dapat berlari.
Pemuda bertekad kuat ini terus berlari ,berlari dan berlari, dengan kaki yang tadinya hampir diamputasi, tidak sempurna namun membawanya memecahkan rekor dunia dalam lari satu mil.  Dialah Glenn Cunningham, yang lebih dikenal sebagai “Manusia Tercepat di Dunia” dan dijuluki atlet abad ini di Madison Square Garden

Banyak alasan bagi kita untuk menghentikan langkah hari ini untuk tidak mau lagi berkarya.


Kita menjadi orang yg demikian sangat teliti memperhatikan kelemahan, kekurangan, ketidakberdayaan sehingga setiap detail yg orang lain tak memandangnya, namun kita menatapnya sebagai kelemahan serius yg berpotensi menggagalkan.


Pasti kalah aku hari ini, pasti gagal, tidak laku daganganku, rugi aku, tak sanggup aku menyelesaikan, terlalu sulit bahkan tidak mungkin bagiku masa depan akan bersinar cerah  dan seribu kata-kata merusak sedang kita daftarkan, untuk menujukkan alasan bahwa kita layak menjadi tidak berprestasi dalam hidup pantas dianggap sebagai produk gagal..


Kesibukan hari-hari kita penuhi dengan kesalehan melipat tangan harapkan Tuhan saja yg bekerja membalikkan 100% keadaan. Tanpa lebih dulu mencoba yg kita bisa, bahkan dengan gagahnya kita berkata:  jalan terlalu gelap, pintu sudah terkunci, tembok terlalu tinggi....perkara ini adalah bagian Tuhan, tanggung jawab Tuhan.....


Menyerah kalah adalah jalan yg paling mudah, tak perlu mencoba, tak perlu menguras keringat dan tetesan air mata lagi, jadilah aku sebagai korbanmu.........

Sahabatku yg super,
Kita adalah manusia ilahi yg tidak diciptakan sebagai korban tetapi sebagai pemenang atas keadaan. Eksistensi kita yg menyimpan hidup efektif bagi orang lain merupakan mujizat yg perlu dikelola setiap hari. Dengan sikap kreatif, militan dan bertanggungjawab!
Tak usah harapkan lagi hidup yg mudah tanpa perjuangan.
Keberhasilan kita bukanlah kondisi kebetulan namun merupakan upaya yg sungguh dan terus menerus tanpa tertahankan dengan keadaan apapun. tak pernah menyerah dengan kondisi apapun, karena kita tahu, bagi Dialah kita berkarya sehingga selamanya Allah bersama kita  Amin....amin...amin

Good Morning all........God bless U all..............


by Haris Subagiyo
Redaktur Gracia Ministry 
http://graciaministry.blogspot.com

Selasa, 22 Maret 2011

Memulai Langkah Perubahan!

Selalu ada kekuatan yg sudah Tuhan anugerahkan dalam diri kita untuk mengelola hidup menjadi semakin lebih baik lagi. Karena itu di tangan Tuhan, siapapun orangnya dapat dipakai sebagai alat yg sangat efektif bagi pekerjaanNya. Dapat mengambil peran yg strategis dalam bidang yg Tuhan percayakan adalah denyut nadi Tuhan yg seharusnya mengalir dalam kerja pelayanan kita sekarang ini dan selamanya!


Bagaimana kita dapat mengambil peran strategis yg membawa perubahan nyata dalam  karya pelayanan?
Belajar dari pengalaman Debora!

Debora adalah seorang wanita yg dipercaya Tuhan sebagai nabiah, sementara ia melihat  umat Israel berada dalam penindasan yang sangat berat ,tak berdaya bahkan menyerah kalah oleh penjajahan bangsa Kanaan. Maka wanita ini berinisiatif mengambil peran untuk tampil dengan gagah berani sebagai pemimpin perang.


Latar belakang:
Kondisi Bangsa Israel dapat dikalkulasi diatas kertas pasti kalah perang menghadapi Kanaan.

a. Bangsa Israel kalah secara teknologi militer

Israel tidak berdaya karena persenjataan bangsa Kanaan lebih modern. Sebab panglima  perang bangsa Kanaan yang bernama Sisera memiliki  900 kereta besi. 
Pada zaman itu kereta besi merupakan persenjataan militer yang sangat istimewa, yg tidak dimiliki oleh setiap negara. Umumnya kerajaan-kerajaan pada zaman itu hanya mengandalkan kepada pasukan kuda, kereta-kereta kayu atau pemanah yang mahir.  Jadi apabila mereka dapat memiliki kereta besi, maka berarti mereka dapat lebih mudah untuk mengalahkan para lawan ketika bertempur frontal (dalam jarak dekat). 
Kereta besi  saat itu  dimodifikasi dengan pisau pemotong yang dipasang di dekat bagian roda, sehingga apabila berdekatan dia sanggup membabat roda kayu kereta lawan. Sementara  lawan terjatuh, maka mereka dapat dengan mudah membunuhnya. 

b. Bangsa Israel menghadapi krisis kepemimpinan

Barak adalah pemimpin perang Israel namun hatinya menjadi tawar bahkan semangatnya kendor membandingkan kekuatan lawan yg jauh lebih kuat dan modern. Makanya ia meminta dukungan total dari Debora.
Hakim 4 : 8  “Jika engkau turut maju akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju"  
Hal ini membuktikan bahwa kondisi moral umat Israel secara keseluruhan begitu rapuh. Telah terjadi Krisis kepemimpinan yg akut ditengah bangsa Israel. Para tokoh agama dan pemimpin politik, para pria-pria perkasa tertunduk lesu, tidak ada yg bersedia tampil untuk segera  mengendalikan keadaan. Mereka semuanya berdiam diri, pasrah dengan keadaan. Tetapi Debora berani maju berperang, dampak keberanian wanita ini mengkondisikan banyak orang yg rela maju berperang dengan penuh semangat.
Kekuatan dari luar yg lebih besar berbanding terbalik dengan persiapan dan kekuatan yg dimiliki Israel. Hal ini sangat mengintimidasi banyak orang, sehingga muncullah perasaan takut dan gemetar saja ketika mendengar tentang kehebatan persenjataan tentara Kanaan. Dengan kondisi yang demikian, maka umat Israel selama 20 tahun tidak berdaya menghadapai penjajahan bangsa Kanaan. 


Apa peranan Debora mengatasi keadaan ini?


Debora menunjukkan pembelaan dan keberaniannya. Walaupun dia seorang wanita, tetapi dia memiliki spirit yang luar-biasa untuk menggerakkan umat agar mereka tidak putus-asa dan menyerah kalah kepada bangsa Kanaan. 
I. Berperan sebagai pribadi yg inspiratif
Tidak lazim wanita tampil sebagai pemimpin perang, mengingat latar-belakang dari Debora,  saat itu dibesarkan di tengah-tengah masyarakat yang paternalistic.  Para pria mendominasi peran kepemimpinan dalam segala hal dan menganggap wanita kaum yg lemah seperti budak. Dapat dipahami sebenarnya tidak membuka kemungkinan bagi seorang wanita untuk menjadi seorang pemimpin, apalagi memimpin perang. 
Di Hak. 4:4  dicatat bahwa Debora sebenarnya hanya bertugas sebagai seorang nabiah yang secara khusus mengadili berbagai  permasalahan yang dihadapi oleh umat Israel. Tetapi karena kondisi umat Israel sedemikian buruk, maka Debora berinisiatif menghembuskan perubahan, ia harus merangkap tugas sebagai pemimpin perang. Debora tampil sebagai panglima perang yg memerintahkan  Barak untuk membawa pasukan umat Israel sebanyak 10.000 orang. 


Debora sebagai hamba Tuhan sanggup melihat penyertaan  tangan Tuhan justru pada saat keadaan yang tidak kondusif. Sehingga dia makin membuka diri untuk menjadi alat di tangan Tuhan yaitu untuk menjadi pembebas bagi sesama yang sedang menderita. Walaupun mungkin secara sosial-politis, dia berada dalam posisi yang lemah; 
a. Debora memiliki daya juang, semangat hidup, kemampuan inisiatif dan kreatif yang jauh lebih tinggi dari pada orang-orang di sekitarnya.  
b. Debora menjadikan hidupnya sebagai ikon keberanian mengubah sistem sekaligus teladan bagi orang-orang di sekitarnya yang saat itu telah kehilangan semangat dan tanpa harapan. 


Menurut norma masyarakat pada umumnya pastilah akan menganggap mereka tidak mungkin mampu berperan sebagai seorang pemimpin yang unggul. Tetapi faktanya, Debora, seorang wanita mampu membuktikan kualitas diri sebagai seorang pemimpin yang kuat, tangguh, berani, dan sangat disegani oleh lawan. Bahkan keberanian, kepandaian dan ketabahan mereka begitu memukau dan menghasilkan suatu pemaknaan baru terhadap tujuan hidup suatu bangsa. Sehingga tidak berlebihan jikalau Debora adalah ikon perubahan yg dimulai dari bekerjanya suatu peran yg berinisiatif mengadakan perubahan.. 

II. Berperan dengan mengandalkan kekuatan Allah.

Tuhan juga memakai Debora dan Barak untuk memimpin perang dengan perencanaan yang baik. Dia juga yang mengaruniakan hikmat dan kepandaian sehingga mereka dapat menyusun strategi yang cemerlang. Namun rahasia besar kemenangan Israel adalah tangan Tuhan!

Di Hak. 4:12-14 Debora bersama Barak memimpin peperangan melawan kerajaan Kanaan. Mereka mampu menguasai keadaan, walaupun Sisera panglima perang kerajaan Kanaan telah mengerahkan 900 kereta besi lengkap dengan dukungan seluruh rakyatnya. 
Kemenangan dalam melawan bangsa Kanaan yang menindas pastilah bukan karena STRATEGI dan CANGGIHNYA peralatan tempur. Namun karena intervensi (campur-tangan) Allah yang mengacau-balaukan tentara Kanaan beserta kereta besinya. 
Hak. 4:15 :  “Tuhan mengacaukan Sisera serta segala keretanya, dan seluruh tentaranya oleh mata pedang di depan Barak, sehingga Sisera turun dari keretanya dan melarikan diri dengan berjalan kaki”.  
Tidak ada penjelasan teknis tentang “Tuhan mengacaukan”, sehingga tentara Sisera akhirnya menjadi kocar-kacir dan kalah. 
Yang jelas narasi ini menyampaikan pesan bahwa kemenangan Israel yang dipimpin oleh Debora dan Barak melawan bangsa Kanaan bukan karena kerja keras manusia.  
Kemenangan mereka sangat ditentukan oleh pertolongan Allah yang membuat tentara Kanaan kehilangan kekuatan saat berhadapan dengan tentara Israel. Kemungkinan besar tentara Kanaan mengalami kekacauan yang sifatnya mental, sehingga mereka menjadi ciut hatinya, pikiranyya kacau atau gagal menyusun formasi tentara saat terjadi serangan yang telak dari umat Israel.  


Keterbatasan hidup kita bukan menjadi alasan untuk tidak memulai perubahan, justru kelemahan dan keterbatasan kita haruslah menjadi dorongan kuat kita melibatkan kekuatan Allah yg total untuk segera memulai perubahan.




III. Berperan sesuai dengan Kapasitas hidupnya.
Debora mampu mengembangkan seluruh talenta yang dipercayakan Tuhan untuk kesejahteraan dan keselamatan bangsanya. Kondisi dan statusnya sebagai seorang wanita sama sekali tidak menghalangi semangat, kepedulian dan daya juangnya untuk tampil sebagai seorang pemimpin yang sangat berani, tangguh, penuh karisma dan beriman. 
Sikap Debora tersebut mengingatkan kita akan perumpamaan Tuhan Yesus di Mat. 25:14-30 tentang seorang tuan yang mempercayakan hartanya kepada 3 orang hambanya, yang masing-masing mendapat 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta menurut kesanggupannya masing-masing. Hamba yang memperoleh 5 talenta dan 2 talenta tidak tinggal diam. Mereka mengelola uang talenta yang dipercayakan tuan mereka dengan penuh tanggungjawab dan optimal. Sehingga hamba yang memperoleh 5 talenta dapat memperoleh keuntungan 100%, dan hamba yang memperoleh 2 talenta juga memperoleh keuntungan 100%. Tetapi hamba yang memiliki 1 talenta sama sekali tidak berbuat apapun juga. Dia hanya menyimpan uang talentanya itu agar tidak ada orang yang mencurinya. Akibatnya jumlah uang yang diterimanya tetap sama dan tidak mengalami perkembangan sedikitpun. Padahal makna hidup berkualitas akan terwujud ketika kita sungguh-sungguh mau mengelola seluruh potensi yang dipercayakan Tuhan kepada kita agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi sesamanya.
Ini berarti melakukan hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari tetap dalam kapasitas talenta yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita. Sebab Tuhan tidak pernah menuntut kita untuk melakukan hal-hal “besar” yang melampaui kemampuan dan kesanggupan kita.   Dia hanya meminta agar kita mau mengelola seluruh potensi dan karunia yang ada secara optimal; sehingga kehidupan moral, keahlian, kemampuan intelektualitas dan rohaniah kita makin berkembang. Apabila semua aspek dalam kepribadian kita berkembang secara sehat, maka kita akan dapat memberi kontribusi yang lebih besar kepada sesama yang membutuhkan.  

Sebaliknya hidup kita akan menjadi beban bagi sesama ketika kita hanya mengembangkan sifat malas, tidak berani mengambil risiko, takut rugi, hanya menikmati kenyamanan saja. Dipastikan hidup yang demikian tidak akan pernah menghasilkan suatu kehidupan yang bermutu tinggi, tidak memberi inspirasi dan motivasi bagi orang-orang di sekitar kita. 


Jangan membuang percuma vitalitas pelayanan kita hanya karena melihat keadaan sekitar yg sedang terdiam, lengah, tidak dinamis dan saling menunggu orang lain untuk memberi inisitif memulai.



Banyak variabel yg membelenggu kita untuk dapat merdeka dalam berkarya penuh ditengah pelayanan, sistem yg sudah usang, yg hanya menguntungkan segolongan orang, komunitas yg kurang adil atau menejemen pelayanan kolektif yg tidak berpihak kepada semua. Sering melemahkan dinamika pelayanan sendiri. Kita sungguh-sungguh mengalami kesulitan menghadapinya. Banyak orang yg terdiam dalam kepedihan batinnya namun takberdaya atau kita cenderung mencari jalan untuk menyalahkan lingkungan dan keadaan sekitar. 

Gereja Tuhan tidak membutuhkan tampilnya pengkritik-pengkritik ulung yg hanya berhasil semakin melemahkan kerja pelayanan.
Gereja juga tidak membutuhkan pendebat-pendebat handal, yg mau pamer bobot akademis yg disandangnya. dan juga
Gereja tidak membutuhkan pendemo-pendemo yg berani berteriak-teriak keras dijalanan tanpa mampu memberi solusi nyata.
Gereja memang punya banyak kekurangan , kelemahan atau kegagalan disana-sini, banyak hal yg tidak mampu diakukan gereja sendirian. Gereja Tuhan membutuhkan sahabat-sahabat yg bersedia bekerja merekonstruksi ulang tatanan pelayanan lebih berdaya guna dan bermain lebih cantik lagi bukan sekedar membongkar kesalahan tanpa memberi kompensasi yg nyata.

Brooo.... sistem pelayanan kita mungkin saja sulit untuk diubahkan, itu bukan berarti tidak mungkin berubah. Kita dapat memulai mengubah sistem pelayanan digereja tempat kita melayani.  dengan dimulai dari DIRI SENDIRI dan mulai SEKARANG INI juga.

Seorang mitra kerja Allah adalah mereka yang sungguh-sungguh mengandalkan pertolongan dan anugerah Allah sedemikian rupa, sehingga menafasi hidup sepenuhnya oleh kuasa dan kehendak Tuhan; dan pada sisi lain juga merespon anugerah Allah tersebut dengan sikap taat dan setia sampai akhir. 



Jadi teruslah mengambil peran yg stategis, aktif dan kreatif dalam pelayanan!
Jangan pernah berhenti ditengah jalan, teruslah berkarya diladangNya sampai Tuhan sendiri yang berkata:
Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhtaKu, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan BapaKu di atas takhtaNya” (Why. 3:21).


God Bless U all
Fresh 4 U all


by Haris Subagiyo
anak desa, tinggal di kaki Merapi
  

Berani memilih warna yg benar


Suka atau tidak suka, setiap orang harus menghadapi berbagai rintangan dalam perjalanan menuju kebahagiaan dan keberhasilan. Jika batu penghalang menghadang jalan kemajuan masa depan kita, apa yg dapat kita lakukan.........?
Reflek alamiah yg paling mungkin dan lebih mudah adalah menyerah, memberontak, menyalahkan keadaan, orang lain, lingkungan atau mengasihi diri sendiri !


Seorang pemuda sedang memasarkan buku dari rumah ke rumah pada siang hari yg panas. Lelah dan keringat bercampur dalam ketekunan. Ia berusaha dengan semampunya supaya berhasil meyakinkan orang lain untuk membeli produk yg ditawarkan. Dia bukanlah seorang salesman yg handal, Ia hanya seorang muda yg lekat dengan cacat  secara phisik, kakinya lumpuh dan jalannya amat berat , terseok-seok. Ya.....ia adalah orang yg lemah, cacat, kurang berdaya. Banyak alasan baginya untuk diam dirumah menanti kerja keras orang lain untuk berbelas kasihan kepadanya. Namun ia lebih memilih untuk hidup mandiri dengan segala keterbatasan dan berbagai kesulitannya.

Tepat di depan sebuah rumah ia menawarkan bukunya namun ia ditolak secara kasar oleh nyonya rumah itu. Sakit rasanya mendapat perlakukan tidak adil dari orang lain........keadaan sungguh menyiksa hidupnya (nelongso tenan) menyandang predikat difabel (cacat), namun ia tetap menerima keadaannya apa adanya.
Ketika ia beranjak pergi meninggalkan rumah tersebut. Nyonya rumah terkejut karena melihat bahwa pemuda itu sebenarnya adalah seorang yg cacat , dengan segera ia memanggil kembali pemuda itu. Lalu ia berkata. " Maaf...... saya tidak tahu kalau anda cacat, saya akan membeli sejilid buku". Tetapi laki-laki itu berkata kepadanya:  " Nyonya.....SAYA TIDAK MENJUAL SIMPATI, saya sedang menjual buku."

Nyonya itu lalu berkata: " lhoooo...lho  lo ,.....apakah cacat tersebut tidak memberi warna tertentu dalam hidupmu"
Pemuda itu menjawab: "Ya memang demikian, tetapi Puji Tuhan, bahwa saya telah memilih warnanya"

Realita hidup ini memang tidak selalu sesuai dengan harapan atau warna keiinginan kita.
Kita tidak dapat memilih orang tua konglomerat, warna kulit, jenis kelamin atau keadaan dengan berbagai impian indah didalamnya!
Sering kita hanya dalam posisi sebagai orang yg menerima warna kehidupan dengan sukacita penuh ucapan syukur! tanpa bisa memilih sesuai selera.....
Namun jika diberi kesempatan untuk memilih warna hidup kita , warna manakah yg akan Anda pilih?
Leatrice Eisman, seorang konsultan warna dan penulis buku More Alive With Color, memberi arti dari warna-warna favorit Anda.

Biru
Arti: kesetiaan, ketenangan, sensitif dan bisa diandalkan.
"Biru memiliki arti stabil karena itu adalah warna langit," kata Eisman. Meski langit kelabu dan akan hujan, kita tahu di atas awan-awan itu warna langit tetaplah biru.

Keabu-abuan
Arti:
 Serius, bisa diandalkan dan stabil
Warna abu-abu adalah warna alam. Di luar sana warna abu-abu merupakan warna yang permanen, misalnya batu atau karang.

Merah muda
Arti:
 Cinta, kasih sayang, kelembutan, feminin
Warna yang disukai banyak wanita ini menyiratkan sesuatu yang lembut dan menenangkan, tapi kurang bersemangat dan membuat energi melemah.

Merah
Arti:
 Kuat, berani, percaya diri, gairah
Merah adalah warna yang punya banyak arti, mulai dari cinta yang menggairahkan hingga kekerasan perang. Warna ini tak cuma memengaruhi psikologi tapi juga fisik. Penelitian menunjukkan menatap warna merah bisa meningkatkan detak jantung dan membuat kita bernapas lebih cepat.

Kuning
Arti:
 Muda, gembira, imajinasi
Warna kuning akan meningkatkan konsentrasi, itu sebabnya warna ini dipakai untuk kertas legal atau post it. Kuning juga merupakan warna persahabatan. Jadi Anda sudah bisa menebak jika si dia memberi mawar kuning saat Valentine.

Hitam
Arti:
 Elegan, kuat, sophisticated
Hitam punya reputasi buruk. Warna ini dipakai oleh para penjahat di komik atau film. Hitam juga melambangkan duka dan murung. Tapi, hitam juga punya sisi lain, misalnya saja untuk menyatakan sesuatu yang abadi, klasik, dan secara universal dianggap sebagai warna yang melangsingkan.

Hijau
Arti:
 Kesejukan, keberuntungan, dan kesehatan.
Hijau melambangkan alam, kehidupan, dan simbol fertilitas. Para pengantin di abad 15 menggunakan gaun pengantin berwarna hijau.

Sudahkan Anda memilih warna yg benar dalam hidup ini???



Salah satu rahasia keberhasilan dan kebahagiaan hidup adalah dimulai dari kesediaan  menerima diri sendiri sebagaimana adanya.
Tidak menuntut diri sendiri untuk melakukan apa yg tidak bisa
Tidak memaksa diri untuk menyediakan apa yg tidak ada.

Bersukacitalah dengan keadaan hidup ini apa adanya.
Bersyukurlah dengan Tuhan yg memberikan warna kehidupan saat ini.
Tak ada alasan bagi kita untuk merasa malu dengan warna kehidupan kita sendiri.
Tak seharusnya kita takut untuk maju dengan keadaan kita sekarang ini.
Kita dipanggil untuk menjadi seperti apa yg Tuhan sediakan sekarang ini dengan segala eksistensinya , dengan kelemahan dan kekuatannya.

Sesungguhnya, Tuhan dapat saja merubah keadaan warna hidup kita berinar indah hanya dalam waktu sekejab saja, namun Tuhan lebih senang merubah HATI lebih dahulu sehingga kita sanggup memilih warna yg sesuai kehendakNya. 
Teruslah berkarya semaksimal mungkin, dari apa yg ada, dengan kapasitas yg kita bisa.
mulai sekarang juga....... Tuhan memberkati. Amin
Good morning all..........


by. Haris Subagiyo
Redaktur Gracia Ministry

Tidak mengerang walau terasa sakit

Dr. W.A. Smart menceritakan tentang seorang ayah yg membawa anak perempuannya yg kecil ke dokter. Akibat terjatuh saat  sedang bermain, anak itu terluka pada bagian matanya. Dokter memeriksa  dan menyatakan perlu menjahit luka itu, tetapi karena suatu alasan tertentu ia tidak menggunakan obat bius (anastesi). Waaah ini sangat menyakitkan bagi si anak...
Sebelum memulai proses operasi kecil dokter bertanya kepada anak itu, apakah dia sanggup menahan rasa sakit jika digunakan jarum untuk menjahit lukanya?
Tanpa ragu anak kecil itu menjawab, "ya, asal ayah mau memegang tangan saya"
Ternyata memang anak itu tidak mengerang ataupun menangis saat operasi berlangsung.

Keuntungan apa yg dapat diperoleh anak itu dengan hanya memegang tangan ayahnya?
Pasti tidak akan mengurangi jumlah jahitan yg harus dilakukan!
Pasti juga tidak mengurangi rasa sakit yg harus diterimanya!
Namun seandainya ayahnya tidak berada disamping dan memegang tangannya., hasilnya akan sangat berbeda sekali.

Kadang Tuhan tidak mengambil bagian untuk mengurangi atau meringankan kesulitan yg harus kita hadapi, supaya kita terus tumbuh menjadi dewasa.
Namun Tuhan tidak pernah sekali kali meninggalkan atau membiarkan kita sebatang kara , berjuang sendiri menghadapinya. 
Perhatian kasihNya, kepenuhan anugerahNya dan kekuatan kuasaNya adalah jaminan pasti bahwa Dia adalah Bapa kita yg sedang memegang tangan kita bahkan lebih erat lagi saat kita sedang dalam bahaya!.
Betapapun gelap dan sulitnya jalan hidup Anda sekarang ini....
Jangan pernah merasa seorang diri, Anda dan saya memiliki Bapa yg kuat, bijaksana dan penuh kasih sayang  yg selau siap memegang, menuntun bahkan menggendong kita dalam melewati jalan terjal!
Satu hal yg didambakan Bapa kita....
Walaupun didalam penderitaan dan kesakitan hidup ini, kita masih dapat menikmati sukacita dan damai sejahteraNya. Amin

by Hars Subagiyo
Redaktur Gracia MInistry

Senin, 21 Maret 2011

Memberi tanpa kondisi bersyara


Dapatkah kasih naluriah manusia menembus batas watak dan kebutuhan yg cenderung mementingkan diri sendiri? Masih bisakah kita mendemonstrasikan kasih yg terus berjuang tanpa pamrih, kasih yg takkan lelah karena upah, imbalan ataupun balasan ?

Belajar dari Daud yg menggerakkan kasih supra alami kepada Mefiboset, orang yg sudah terbuang, kehilangan martabat, jatuh dalam kehinaan!!!



Anugerah Tuhan sanggup mengubah kasih manusia yg bersyarat menjadi kasih super yang mengalir tanpa bersyarat melewati status, kepentingan atau golongan!
Apa yang menggerakkan Daud untuk memikirkan kelangsungan keluarga Saul, orang yang pernah menekan bahkan berusaha membunuh Daud selama bertahun-tahun?
tanpa merasa sakit hati !
tanpa merasa terancam kekuasaannya !
Menembus batas kasih alamiah manusia !

1. Karena kekuatan Moral Daud (ayat.1) 
merupakan alasan pertama yg memampukan Daud mengasihi orang lain melebihi takaran alamiah.

a. Moralitas Daud dalam Suksesi Kepemimpinan dengan cara bersih

Prosesi pemilihan Daud menjadi raja oleh Nabi Samuel seharusnya menjadi syarat yg cukup bagi Daud untuk segera mengakihri suksesi kepemimpinan dengan menggunakan jalan kekerasan. Secara de jure Daud adalah pemimpin baru yg sudah ditetapkan Tuhan sebagai raja baru pengganti Saul tetapi de facto Saul masih belum turun tahta. Beberapa kali muncul kesempatan untuk mengakhri hidup Saul , saat Saul didalam gua untuk buang hajat dan saat Saul tertidur kelelahan mengejar Daud. 

Kesempatan pertama : 1 Samuel 24 : 4-27
Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu. 24:4(24-5) Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik. " Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. 24:5 (24-6) Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul; 24:6 (24-7) lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN , yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN." 24:7 (24-8) Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul

Kesempatan kedua: 1 Samuel 26 : 8-11
Saul berbaring tidur di tengah-tengah perkemahan, dengan tombaknya terpancung di tanah pada sebelah kepalanya, sedang Abner dan rakyat itu berbaring sekelilingnya. 26:8 Lalu berkatalah Abisai kepada Daud: "Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini, dengan satu tikaman saja, tidak usah dia kutancapkan dua kali." 26:9 Tetapi kata Daud kepada Abisai: "Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN , dan bebas dari hukuman? " 26:10 Lagi kata Daud: "Demi TUHAN yang hidup, niscaya TUHAN akan membunuh dia: entah karena sampai ajalnya u dan ia mati, entah karena ia pergi berperang dan hilang lenyap di sana. 26:11 Kiranya TUHAN menjauhkan dari padaku untuk menjamah orang yang diurapi TUHAN

Betapa sadarnya Daud, bahwa sukses pengabdiannya bukan ditentukan oleh kekuatan tangannya, namun hanya Tangan TUHAN saja, sehingga ia tidak berani mengambil kesempatan lebih cepat dari waktu Tuhan. Ia tidak berani melakukan tindakan tercela, cara yg culas, walaupun sudah ada legalisasi hukum maupun kekuatan besar yg menyokongnya.
Cara elegan & bersih dipandang lebih penting dari sekedar hasil akhir yg membolehkan segala cara untuk meraih suksesi kepemimpinan Israel. Kombinasi antara kesabaran dan ketaatan bertarung dalam suasana hingar bingar situasi yg mendorong bertindak sembrono, namun Daud tetap mengambil sikap menanti waktu Tuhan yg bekerja dengan caraNya sendiri

Aplikasi: 
Pekerjaan Tuhan bukanlah tempat kondusif bagi berseminya hati yg bersih dan selalu dikobarkan dengan semangat volunter untuk memenangkan jiwa sebanyak mungkin bagi Tuhan. Pelayanan bukan tempat yg ideal memimpikan segalanya indah, putih bersih tanpa noda.
Walaupun Tuhan yg selalu dapat dijadikan alasan kerja pelayanan, namun jumlah orang (jemaat) dimaknai sejajar dengan jumlah persembahan, perpuluhan yg berujung pada kemakmuran pribadi. Sehingga kemajuan pelayanan sering diukur dengan sejumlah besar jemaat yg boleh diperoleh dengan segala cara dan dianggap sebagai prestasi pelayanan.

Produktifya sekolah Alkitab maupun Sekolah Teologia dalam mencetak tenaga pelayanan baru menjadi persolan baru karena memicu pelayanan sebagai kompetisi diantara kita menjadi tak terhindarkan.
Ladang pelayanan yg dipetakan secara geografis dengan tujuan keteraturan juga dapat berubah menjadi wilayah jajahan yg harus dipertahankan mati-matian, kedatangan orang baru di pelayanan bukan diterima sebagai mitra kerja tetapi malah dianggap sebagai ancaman baru. Ini dapat melemahkan energi hamba Tuhan pemula untuk tidak terlibat progresif di pelayanan pastoral tetapi memilih bentuk pelayanan lain yg asal terbuka.

Dibutuhkan penataan ulang mental kita yg sungguh komitmen di ladang pelayanan!
Masihkah kita berada di jalan yg bersih, dengan cara yg bersih dengan tujuan yg bersih ?
Masihkah kita berTuhankan Yesus dalam pelayanan kita............? 

b. Perkataannya dipegang secara konsisten 

Janji Daud yg pernah disampaikan kepada Yonatan tidak dianggap sebagai pemanis bibir untuk menghibur diri, namun ia berpegang teguh terhadap apa yg diucapkan. Hubungan Daud dengan keluarga Yonatan diabadikan dalam sanubari ini menunjukkan konsistensinya terhadap hidup Daud dalam memikirkan kepentingan yg lebih besar .

1 Samuel 20:14-17
20:14 Jika aku masih hidup, bukankah engkau akan menunjukkan kepadaku kasih setia TUHAN? Tetapi jika aku sudah mati, 20:15 janganlah engkau memutuskan kasih setiamu terhadap sampai selamanya. Dan apabila TUHAN melenyapkan setiap orang dari musuh Daud dari muka bumi, 20:16 janganlah nama Yonatan terhapus dari keturunan Daud, melainkan kiranya TUHAN menuntut balas dari pada musuh-musuh Daud."20:17 Dan Yonatan menyuruh Daud sekali lagi bersumpah demi kasihnya kepadanya, sebab ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri.

Daud tidak mudah dolak-dalik atau berubah setia terhadap janji bahkan kepada orang yg sudah tidak dapat melihat relalita janji tersebut karena sudah mati. 
Konsistensi bukanlah pilihan hidup namun karakter yg dibangun dari hubungan harmoni antara Tuhan dan sesama. Orang yg memandang penting Tuhan pasti juga memandang penting umat Tuhan.
HUBUNGAN baik dengan sesama tidak dapat diproyeksikan dari sisi bisnis semata: menuntut nilai "profitable" saja. Daud memandang pentingnya menyatakan kasih kepada Mefiboset karena hubungan sebagai manusia yg pantas mendapat belas kasihan.
Typologi Anugerah Allah kepada manusia kasih yg memberi tanpa syarat & tanpa akhir.

Aplikasi:
Bagaimana kita sebagai hamba Tuhan memandang mereka yg kita layani? Sedemikian berharganya mereka sebagai pribadi atau obyek yg dieksploitasi supaya tetap mendudukkan sang hamba tetap eksis di tahta pelayanan yg nyamandengan fasilitas extra.
Atau jemaat adalah sebagai subyek yg menjadi fokus perhatian seperti gembala & domba yg terus merawat , memberi akses pertumbuhan iman, memberi solusi atas masalah bahkan goalnya diangkat Tuhan kesorga.
Tuntutan jaman ini tampil demikian menawan sehingga dapat menyembunyikan perubahan komitmen dibalik penampilan phisik kita, 
Bersama perubahan jaman ,apakah tidak ikut menggeser konsistensi kita dalam memberitakan Injil sebagai prioritas pelayanan bukan sekedar memoles gedung gereja supaya tidak dianggap ketinggalan jaman atau untuk kegagahan sang pelayan Tuhan. Semoga itu tidak terjadi !!!


Menjadi seorang hamba Tuhan bukan persoalan yg penting saya tetap di ladang Tuhan ! 
Kita tidak dilatih hanya untuk bertahan atau jalan ditempat, kualifikasi pelayanan unggul & efektif jauh lebih penting dibanding sekedar membicarakan: senioritas, jumlah jam terbang di pelayanan, atau musyawarah besar dsb !
Kemuliaan Tuhan lebih penting dari pengakuan orang terhadap diri kita.

Bekerjalah bukan untuk mendapat apa yg dapat binasa namun bekerjalah untuk apa yg kekal, mulia, yg membuat Tuhan dipermuliakan dan umat Tuhan beroleh kebaikan.
Konsisten melayani Tuhan adalah konsisten terhadap kemajuan Injil.

2. Karena Anugerah: Mampu hidup menyalurkan Anugerah (ayat.3)

Gereja bergerak kearah reformasi karena dobrakan: sola fide, sola gratia & sola scriptura.
Hanya karena iman, hanya karena anugerah dan hanya karena Alkitab.

Karena Allah, dari Allah dan untuk Allah merupakan keyakinan Daud yg menghidupi keyakinannya bahwa tahta yg ia terima bukan hasil keringat & air matanya namun bersumber dari Allah - karena anugeraNya. Sehingga ia dimampukan untuk secara alami mengalirkan kasih Allah yg murni bahkan kepada mereka yg pernah menutup jalan masa depannya. 
Realita hidupnya adalah lukisan tangan Allah sendiri; yang membawanya dari GEMBALA DOMBA menjadi SEORANG RAJA, dari padang rumput menuju istana. Bagaimana mungkin?
Tak pernah terbayangkan seorang yg tidak berpenampilan phisik meyakinkan (kemerah-merahan) , menggembala beberapa ekor domba (tidak tergolong darah biru) diubahkan secara mengejutkan menjadi raja Isreal bahkan melalui garis keturunannya lahirlah Yesus Kristus.
Tidak ada alasan untuk layak menjadi orang yg bermartabat tetapi malah dilayakkan menjadi raja: itulah esensi anugerah yg Daud terima.
Sebagai tindak lanjutnya, ia tidak dapat bermegah atas prestasinya karena semua karena anugerah Tuhan semata.
Jadi alasan kedua mengapa Daud sanggup berbelas kasihan kepada Mefiboset adalah karena terus dihidupi oleh anugerah Allah.

Anugerah Tuhan mampu membalikkan kehidupan yg hina menuju kemuliaan!
Anugerah Tuhan yg sanggup mengubah kepahitan menjadi sungai sukacita!
Anugerah Tuhan yg memampukan orang mengalahkan kejahatan dengan kebaikan

Aplikasi:

Patut kita apresisi dengan dua jempol para founding father- perintis pelayanan yg berjuang dengan fasilitas apa adanya jaman lampau, sanggup menumbuhkan puluhan ribu jemaat mandiri diseluruh Indonesia bahkan sekarang go publik, keringat dan air mata yg tertumpah bertumbuh menjadi jemaat harus disadari karena Anugerah Tuhan.
Kini jaman sudah berubah, pekerjaan Tuhan membutuhkan lebih dari sekedar "spirit pelayanan"
karakter hamba, ketahanan phisik dan wawasan teologia apa adanya. Pendidikan Alkitab singkat harapkan hasil lebih meningkat.
"Kenapa dulu opa bisa sekarang elu tidak bisa, Tuhan kita khan sama" ...betuuuul
" Pakai lutut brur...zusss...berdoa sampai lutut rata supaya Tuhan dengar doa"amieeen
Benarkan filosofi ini masih relevan untuk konteks pelayanan masa kini. ?? 
Peran mereka yg mendapatkan anugerah sukses pelayanan harus disalurkan pada generasi muda yg sekarang lagi merintis pekerjaaan Tuhan dalam kondisi terengah-engah secara ekonomi. Persiapan pelayanan, jam kunjungan, waktu doa seakan harus dibagi untuk menambal kebutuhan perut dengan mencari kerja sampingan.
Kemapanan pelayanan secara phisik sering menjadi standar berhentinya seorang hamba Tuhan untuk mencurahkan perhatian pada pengembangan pelayanan ditempat lain.
Sudah sukses kok repot.....repot....saya dulu juga susah!! gantian doong
Tidak bisakah kita menciptakan strategi pelayanan lebih cantik supaya hasilnya makin efektif.?
Tuhan tidak bertanya berapa banyak uang yg kita investasi, gedung gereja, jumlah jemaat, dan semua yg berkaitan angka-angka manusia. kita menjadi gagah tapi Tuhan tidak dimegahkan.
Tetapi seberapa efektifkah hidup ini kita investasikan terus untuk pekerjaan Tuhan?
Masih banyak rekan sepelayanan kita yg kesulitan kontrak tempat pelayanan... 
Masih banyak para pengerja gereja yg kesejahteraannya jauh dibawah buruh pabrik..
Masih banyak gereja perintisan hidup bagai bayi tumbuh prematur kita paksa untuk tumbuh normal..mandiri dan kuat.
Anda yg masih berjuang perintisan pelayanan: seperti Mefiboset yg lemah, hina, tersisihkan, percayalah selalu ada anugerah Tuhan yg ajaib menguatkan selalu. Tuhan Yesus memberi kemurahan besar yg melebihi kebutuhan kita secara tidak bersyarat.
Bersama TUhan kita pasti bisa!!! 
AnugerahNya kiranya mengubah konsep pelayanan kita lebih cantik, lebih manusiawi, lebih taktis..TUHAN YESUS DIMULIAKAN